Tito Ahmad: Sinergi Pemerintah, Aplikator dan Driver Penting untuk Stabilitas Transportasi Online

JAKARTA NEWS 24

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 15:52 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA || – Presidium Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (FRONTAL) Jawa Timur, Tito Ahmad, mendorong adanya penataan ekosistem transportasi online yang lebih berkeadilan dengan memperhatikan kesejahteraan para pengemudi.

Menurutnya, persoalan besaran potongan komisi aplikator menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah dan perusahaan aplikator.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tito menyampaikan bahwa, driver online menghadapi berbagai beban operasional di tengah penerapan potongan komisi yang dinilai cukup tinggi. FRONTAL Jawa Timur mendorong agar potongan komisi aplikator dapat dikurangi hingga maksimal 10 persen sehingga pendapatan yang diterima mitra pengemudi dapat lebih proporsional dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

“Kami berharap pemerintah dan perusahaan aplikator dapat memperhatikan kondisi para pengemudi. Penataan transportasi online perlu dilakukan secara adil agar keberadaan driver sebagai mitra dapat terlindungi dan kesejahteraannya meningkat,” ujar Tito melalui keterangannya, Rabu (2/9).

Selain persoalan potongan komisi, Tito mendorong adanya komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah, perusahaan aplikator, dan komunitas pengemudi dalam menyelesaikan berbagai persoalan transportasi online. Menurutnya, penyampaian aspirasi perlu dilakukan secara konstruktif dengan mengedepankan dialog serta tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.

Tito juga mengajak seluruh driver dan komunitas transportasi online di Jawa Timur, untuk menjaga situasi tetap kondusif dalam menyampaikan aspirasi. FRONTAL Jawa Timur, kata dia, siap mendorong penyampaian aspirasi secara tertib, damai dan bertanggung jawab sehingga kepentingan pengemudi dapat diperjuangkan tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami ingin persoalan yang dihadapi driver dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog. Pemerintah, aplikator dan pengemudi harus bersama-sama membangun ekosistem transportasi online yang sehat, transparan, berkeadilan dan berkelanjutan,” tutup Tito. (Red).

Berita Terkait

Budi Arie Dilaporkan, Pengamat: Terlalu Dipaksakan dan Mengada-ngada
PERON 26: Aspirasi Driver Online Harus Disampaikan Tertib, Aman dan Damai;
Prabowo, Anies dan Samsuri, S.Pd.I, M.A adalah Tiga Besar Tokoh Nasional Potensial untuk Pilpres 2029
DPP BAPERA Mendesak Penista Al Qur’an di Ancol agar Di Hukum Berat
Rumah Moderasi Sampaikan Dukungan Ke Polri, Ingatkan Potensi Ancaman Radikal Bagi Anak Bangsa Melalui Ruang Digital
Kinerja Menteri Imipas Agus Andrianto Membawa Perubahan Besar, Lapas Kini Lebih Produktif dan Mandiri
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:07 WIB

Ratusan Siswa SMAN 1 Berastagi dan Yayasan Perguruan Bersama Keracunan Massal Usai Santap Makan Bergizi Gratis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Diduga Dianiaya dan Disekap Oknum Satpol PP, Warga Lapor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Lapas Sibolga Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi Warga Binaan dan Keluarga

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:37 WIB

Ketika Kreativitas Bertemu Kemerdekaan, Lapas Binjai Hadirkan Kreasi Tumpeng

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Transformasi Pengelolaan Sampah Dimulai, Lapas Perempuan Medan Luncurkan Program Smart Zero Waste dan Dashboard SIPINTAR

Selasa, 4 Agustus 2026 - 01:06 WIB

Kabid Humas Polda Riau Pimpin Ekspedisi Merah Putih di Sinaboi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:21 WIB

Satu Tanjak Satu Semangat, Kapolres dan LAMR Meranti Eratkan Silaturahim

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:48 WIB

Klarifikasi Dugaan Penyalahgunaan Identitas Wartawan dan Dugaan Pemerasan: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis; Fakta Harus Diuji Melalui Proses Hukum yang Sah

Berita Terbaru